Wednesday, 1 December 2010

Shalat ga jamaah??? Rugi tau....

Tahu kah anda?
Jika kita shalat sendirian, belum tentu hati kita bisa khusu'. Dan untuk mencapai kekhusu'an itu sangat susah.Dan jika kita shalatnya tidak khusu', apakah shalat kita diterima?
Jawabannya: "Belum tentu!"
"Mengapa? Bukannya dalam syarat sahnya shalat ataupun rukun shalat tidak ada ulama yang mengtakan bahwa khusu' merupka salah satu rukun shalat?"
Jawab: "Memang, tidak ada yag mengatakan seperti itu. Tapi, shalat misalkan di ibaratkan dengan suatu barang dagangan, jika ia menjajakan dagangan yang jelek(shalat yang tidak khusyu')nya itu hanya satu, belum tentu orang itu aka membeli. Namun, jika kita menjual dagangan borongan (menjual dengan jumlah banyak), maka pembelipun akan menerimanya karena bungkus ( jamaah diibaratkan dengan bungkus)nya yang menarik, da ia akan melihat mana yang baik untk dikonsumsi. Sehingga dagangan pun menjadi laku. Sedangkan jika diterima pun upah (pahalanya) paling hanya satu."
"Mengapa pahalanya hanya satu?"
"Dalam suatu kitab sho'bul iman ditulskan bahwa jika imam khusyu', sedangkan ma'mumya tidak, maka diterima semualah shalatya. Namun, jika imamnya tidak khusu', namun ma'mumnya ada yang khusyu', maka diterima pula shalat semua orang yang berjamaa itu. Dan jika tidak ada satu pun dari orang yang berjamaah itu yang khusyu',shalat mereka semuapun akan diterima karena saking suka/senangnnya Allah melihat (bungkus(jamaah)) itu. Dan kalian juga harus ingat bahwa pahalanya orang berjamaah itu 2700% (27 kali lipat) lebih banyak dari pada shalat sendirian."
Tuh kan, rugi baget ka kalau kita tidak jamaah....

Monday, 27 September 2010

Teori Keperawatan Menurut Callista Roy

Berkembangnya teori keperawatan model adaptasi oleh sister Callista Roy ini terjadi pada tahun 1964.dugunakan sebagai landasan dan model konsep yang esensial dalam pendidikan keperawatan. Model ini banyak Model ini merupakan model yang menguraikan bagaimana individu mampu meningkatkan kesehatannya dengan cara mempertahankan perilaku yang adaptif dan mampu merubah perilaku yang mal adaptif atau memandang klien sebagai suatu sistem adaptasi secara keseluruhan.
Tujuan dari model adaptasi ini adalah membantu seseorang untuk beradaptasi terhdap perubahan kebutuhan fisiologis, konsep diri, dan fungsi peran dan hubungan interdependensi selama sakit (Marriner-Tomery,1994). Kebutuhan asuhan keperawatan muncul ketika klien tidak dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Dalam memahami konsep model ini, Calista roy mengemukakakan konsep keperawatan dengan model adaptasi yang memiliki beberapa pandangan atau keyakinan serta nilai yang dimilikinya antara lain :
1.Manusia adalah mahluk biopsikososial yang selalu berinteraksi dengan lingkungannya.Seseorang dapat dikatakan sehat jika mampu memenuhi kebutuhan biologis,psikologis, dan sosialnya.2.Untuk mencapai suatu homeostatis atau terintegrasi, seseorang harus beradaptasi sesuai dengan perubahan yang terjadi.Kemampuan adaptasi seseorang dipengaruhi oleh tiga penyebab, yaitu penyebab utama terjadinya perubahan situasi dan kondisi yang ada yang ada serta keyakinan dan pengalaman dalam beradaptasi atau kemampuan untuk melakukan peran dan fungsi secara optimal.
3.Terdapat tiga tingakatan adaptasi yang dikemukakan oleh Roy, diantaraya:
a. Focal stimulasi yaitu stimulus yang langsung beradaptasi dengan seseoarang dan akan mempunyai pengaruh kuat terhadap seorang individu.
b. Kontekstual stimulus adalah stimulus lain yang dialami seseorang, baik stimulus internal maupun eksternal yang dapat mempengaruhi. Kemudian dapat dilakukan observasi dan diukur secara subjektif.
c. Residual stimulus yaitu stimulus lain yang merupakan ciri tambahan yang ada atau sesuai dengan situasi dalam proses penyesuaian dengan lingkungan yang susah untuk diobservasi.




4. Sistem adaptasi mempunyai empat metode adaptasi, yaitu:
a. Fungsi fisiologis
komponen sistem adaptasi ini diantaranya:
- Oksigenasi: menggambarkan pola penggunaan oksigen berhubungan dengan respirasi dan sirkulasi.Karena oksigen berperan sangat penting dalam proses metabolisme sel.

- Nutrisi: menggambarkan substansi organik dan non organik yang ditemukan dalam makanan yang diperlukan oleh tubuh.
- Eliminasi: menggambarkan pola eliminasi normal (menghitung berapa intake dan output normal).
- Aktifitas dan istirahat: menggambarkan pola aktivitas, latihan, istirahat dan tidur sehari-hari. Karena dengan bergerak, tubuh menjdi sehat, sistem pernapasan berfungsi dengan baik dan metabolisme tubuh pun dapat optimal.
- Integritas kulit: menggambarkan pola fungsi fisiologis kulit.
- Indera: menggambarkan fungsi sensori perseptual dengan panca indera itu.
- Cairan dan elektrolit: menggambarkan proporsi cairan dan elektrolit yang tepat.
- Fungsi neurologis: menggambarkan pola control neurologist, pengaturan dan intelektual.
- Fungsi endokrin: nggambarkan pola control dan pengaturan termasuk respon stress dan sistem reproduksi
b.Konsep diri yang mempunyai pengertian bagaimana seseorang mengenal pola-pola interaksi sosial dalam berhubungan dengan orang lain.
c.Fungsi peran merupakan proses penyesuaian yang berhubungan denagn bagaimana peran seseorang dalam mengenal pola-pola itu.
d.Interdependent merupakan kemampuan seseorang mengenal pola-pola tentang kasih sayang, cinta yang dilakukan melalui hubungan secara interpersonal pada tingkat individu maupun kelompok. .
5. Dalam proses penyesuaian diri individu harus meningkatkan energi agar mampu melaksanakan tujuan untuk kelangsungan kehidupan, perkembangan, reproduksi dan keunggulan sehingga proses ini memiliki tujuan untuk meningkatkan respons adaptif..
Secara ringkas, Roy mengemukakan bahwa individu sebagai mahluk biopsikososial dan spiritual sebagai kesatuan utuh yang memiliki koping untuk beradaptasi terhadap segala perubahan lingkungan.Dalam mengemukakan konsep ini, asumsi yang dimilikinya daiantaranya yaitu sebagai individu yang sehat, individu mampu berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biopsikososial yang menggunakan koping yang positif maupun yang bersifat negatif. Untuk mampu beradaptasi setiap individu akan berespons terhadap kebutuhan fisiologis, kebutuhan konsep diri yang positif, kemampuan untuk hidup mandiri, kemampuan berrperan dan berfungsi secara optimal untuk memelihara integritas diri dan selalu menggunakan koping yang efektif dalam rentang sehat-sakitnya.
Kebutuhan akan konsep diri positif berfokus pada persepsi diri yang meliputi kepribadian, norma, etika, dan keyakinan seseorang.Kemandirian lebih difokuskan pada kebutuhan akan dukungan orang lain.Peran dan fungsi optimal lebih difokuskan pada perilaku individu dalam menjalankan peran dan fungsi yang diembannya (Rambo,1984, dikutip dari Taylor C., dkk1989).
Jadi, kebutuhan asuhan keperawatan muncul ketika klien tidak dapat beradaptasi terhadap lingkungan internal maupun eksternal. Seluruh individu harus beradaptasi terhadap kebutuhan berikut:
a. Pemenuhan kebutuhan fisiologi dasar
b. Perkembangan konsep diri positif
c. Penampilan peran sosial
d. Pencapaian keseimbangan antara kemandirian dan ketergantungan.
Dari keempat kebutuhan itu, perawat harus menentukan apakah kebutuhan diatas apakah menyebabkan timbulnya masalah bagi klien atau tida dan mengkaji mengkaji bagaimana klien beradaptasi terhadap hal tersebut. Jadi, kebutuhan asuhan keperawatan muncul bertujuan untuk membantu klien beradaptasi.
Contoh: Klien yang banyak kehilangan cairan dan elektrolit karena diare yang berkepanjangan dan saat ini turgor kulit jelek, mata anemis. Untuk mengatasi hal tersebut, perawat harus jeli dan cermat membuat intervensi agar kebutuhan cairan dan elektrolitnya terpenuhi.

Sunday, 12 September 2010

Etika Terhadap Mertua

• Menghargai Ucapan Mertua
mereka menyinggung perasaan kita. Dan apabila ada persoalan atau masalah dengan mertua Maka masalah itu kita selesaikan dengan kemampuan dan cara yang baik terhadap mertua kita.
Dengan demikian akan terbentuk hubungan Sebagai menantu yang baik jika mertua sedang berbicara kita harus mendngarkan ucapan yang ia ucapkan. Walaupun kadang yang harmonis antara menantu dengan mertua dalam keluarga yang kita bina.
Sebagai menantu yang baik, sebaiknya kita menyikapi dan memberikan kasih sayang yang sama antara mertua dan orang tua tanpa perbedaan yang mencolok.

• Pandanglah Mertua Sebagai Orang Tua Sendiri
Sebagai menantu yang baik, sebaiknya kita menyikapi dan memberikan kasih sayang yang sama antara mertua dan orang tua tanpa perbedaan yang mencolok.

• Jangan Membuat Iri Menantu Yang Lain
Sikap kita sebagai menantu dalam berumah tangga hanya sebagai anak dan orang tua. Tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga kakak atau adik ipar kita. Dan sebaiknya kita menjadi contoh yang baik bagi menantu-menantu yang lain.
• Menyambut Mertua Ketika Berkunjung
Ketika mertua berkunjung kerumah kita menyambut dengan penuh suka cita dan menjamunya dengan baik walaupun dengan jamuan yang sederhana.
Jangan sampai kita mengucapkan kekurangan suami kita kepadanya. Karena seorang istri merupakan pintu dari suaminya.

• Boleh melanggar perintah mertua
Kita boleh melanggar perintah mertua ketika perintahnya itu melampaui batas-batas yang tidak wajar. Dalam menghormati mertua, kita boleh tidak melebihi dari apa yang diperintah suami dan ketika kita sudah berumah tangga, kita tidak harusl ebih mendengarkan ucapan pasangan kita dari pada orang lain.